Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta Melonjak, Kini Tembus Rp 70.000 per Kilogram
Mendekati bulan Ramadhan, harga cabai rawit merah di pasar saat ini terus meningkat, khususnya di daerah DKI Jakarta. Salah satu faktor penyebab kenaikan harga cabai tersebut yaitu hampir 40 - 50 persen hasil panen di bulan Februari mangalami penurunan.
Para pedagang sayur rumahan di Bintaro, Jakarta Selatan, mengaku bahwa harga cabai rawit merah kini sudah menyentuh angka Rp 70.000 per kilogram.
"Dulu harganya bisa Rp 50.000 per kilogramnya mba, sekarang sudah di atas angka segitu. Harganya terus menerus mengalami kenaikan, ini cabai rawit merah paling tinggi sih," ujar Ningsih (61) salah satu pedagang sayur rumahan, Sabtu (26/2/2022).
Selain harga cabai rawit merah, Ningsih juga mengatakan harga bawang merah dan bawang putih pun mengalami kenaikan. Kedua bahan pokok tersebut dijual Rp 45.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 36.000. Menurutnya, kenaikan ketiga bahan pokok itu merupakan hal normal di pasar.
"Memang harganya suka naik turun, namun barangnya lancar dan tidak sulit dicari. Apalagi kalau menjelang bulan Ramadhan kadang harganya naik, abis itu turun lagi. Lalu pas lebaran naik lagi," ujarnya.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah
Mendekati bulan Ramadhan, harga cabai rawit merah juga turut dijelaskan oleh Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid, dia mengatakan bahwa faktor penyebab kenaikan harga cabai rawit merah yaitu hampir 40 - 50 persen hasil panen di bulan Februari mangalami penurunan.
"Karena mereka rugi dan kehabisan modal akibat produksinya tidak terserap pasar dan harganya jauh di bawah Break Even Point (BEP) saat itu,” ujarnya, Kamis (25/2/2022).
Faktor lainnya yaitu curah hujan yang cukup tinggi di sejumlah daerah yang menjadi sentra produksi cabai rawit merah seperti Banyuwangi, Blitar, Kediri, Lamongan, Gresik, dan Tuban.
"Jika curah hujan tinggi di sana, banyak cabai yang mati karena layu sehingga produksi pun berkurang," ujarnya.
Sebagai contoh daerah Banyuwangi, yang biasanya mengirim cabai sebesar 100 ton per hari, saat ini hanya mengirim sekitar 70 ton.
Walaupun demikian, masa panen cabai dari sejumlah daerah produsen di dataran tinggi berlangsung bersamaan dengan permintaan suplai cabai Ramadhan dan Idul Fitri, diperkirakan kondisi seperti ini dapat mulai menurunkan harga cabai.
Manfaat Cabai Rawit Merah
Cabai rawit merah biasanya digunakan untuk sayur, bumbu masakan, asinan, serta obat-obatan.
Dilansir dari SehatQ, cabai rawit merah mengandung capsaicin yang membuatnya sangat berkhasiat untuk kesehatan. Capsaicin inilah yang membuat cabai tersebut terasa pedas. Semakin tinggi kandungan capsaicin, maka semakin pedas rasanya.
Secara medis cabai rawit merah telah lama digunakan sebagai bagian dari pengobatan alternatif atau herbal.
Manfaat cabai rawit merah memang sangat beragam, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga menekan rasa lapar. Berikut penjelasannya:
1. Baik untuk sistem pencernaan
Kandungan dalam cabai rawit merah mampu melindungi pencernaan dari infeksi, memaksimalkan produksi cairan pencernaan, serta membantu distribusi enzim ke perut.
2. Baik untuk metabolisme tubuh
Kandungan capsaicin dalam cabai rawit merah membantu memaksimalkan pembakaran kalori. Proses ini disebut diet-induced thermogenesis yang membantu memaksimalkan metabolisme seseorang.
3. Mengurangi nafsu makan dan merasa kenyang lebih lama
4. Kandungan capsaicin berpotensi menurunkan tekanan darah
5. Kandungan capsaicin dapat meredakan nyeri apabila diaplikasikan langsung ke kulit
6. Potensi sembuhkan penyakit autoimun psoriasis
7. Menurunkan risiko terjadinya kanker
8. Kandungan capsaicin dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker
Meskipun jenis cabai ini memiliki manfaat yang sangat beragam, namun kita tetap tidak dianjurkan untuk mengkonsumsinya secara berlebihan karena dapat menyebabkan sakit perut.
Komentar
Posting Komentar