Benarkah Omicron Membuat Penumpang KRL Takut? Begini Penjelasannya!
Dok. Yunda Mairly Aryanti
Wawancara, Jakarta Selatan - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengimbau para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) untuk terus memperketat penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Covid-19 varian Omicron.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan bahwa pihaknya juga senantiasa menyediakan fasilitas tambahan, seperti wastafel di seluruh stasiun yang dapat dimanfaatkan penumpang untuk mencuci tangan sebelum maupun sesudah menaiki KRL.
"KAI Commuter Line meminta pengguna tetap disiplin untuk mengikuti protokol kesehatan, terutama mengenai penggunaan masker ganda dengan masker medis yang dilapis masker kain di sisi luar,” kata Anne, Senin (17/1/2022).
Mengingat saat ini jumlah kasus varian Omicron yang terus meningkat, Anne juga meminta para penumpang untuk lebih memperhatikan aturan yang berlaku, khususnya mengenai syarat perjalanan menggunakan KRL.
Dia mengatakan, saat ini aturan perjalanan menggunakan KRL masih sama dengan sebelumnya, yakni wajib sudah vaksinasi minimal dosis pertama. Pemeriksaan sertifikat vaksinasi akan terus dilakukan petugas sebelum penumpang menaiki KRL.
“Mari terus mengikuti protokol kesehatan dan aturan yang ada agar kita dapat tetap bermobilitas dengan sehat di tengah munculnya varian-varian baru dari Covid-19,” ujar Anne.
Dok. Yunda Mairly Aryanti
Selain itu, varian Omicron ini juga menjadi salah satu ketakutan terbesar yang dirasakan oleh beberapa penumpang KRL di Jabodetabek, seperti Desiana (20) yang merupakan salah satu penumpang di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Dia mengatakan bahwa dirinya takut sekali tertular virus Covid-19 varian Omicron tersebut.
"Ya, tentu saya merasakan kekhawatiran akan adanya varian Omicron ini ketika berada di KRL, karena kan saat saya pulang kuliah itu penumpang lain di dalam sudah berdesak-desakan. Bahkan gak ada celah sama sekali dengan penumpang satu dan penumpang lainnya. Apalagi sekarang varian Omicron ini katanya kasusnya tanpa gejala, jadi takut aja pulang-pulang bawa virus," ujar Desiana, Rabu (1/3/2022).
Selain penggunaan masker ganda, protokol kesehatan untuk berjaga jarak seharusnya juga diutamakan. Namun seperti yang dikatakan oleh Desiana (20), seringkali dia melihat para penumpang lain berdesak-desakan di gerbong KRL.
Dia sendiri mengaku lebih memilih untuk menunggu kereta selanjutnya jika gerbong yang ingin dinaikinya di kereta tersebut ramai. Dengan begitu, dia tetap bisa mengikuti aturan petugas agar selalu aman.
"Kalo lagi buru-buru gitu mah saya lebih memilih untuk menunggu kereta berikutnya. Soalnya kan kereta selanjutnya datangnya gak begitu lama paling 3 menitan. Jadi menurut saya ya gak masalah sih nunggu sebentar, daripada saya kena virus di kereta yang penuh penumpangnya".
Dia juga mengatakan bahwa meskipun telat, kesehatannya lebih diutamakan dibanding dengan yang lain.
Penumpang KRL lainnya, Asyika (24), yang berangkat dari stasiun Bojonggede ke stasiun Manggarai. Dia mengatakan bahwa protokol kesehatan untuk menjaga jarak di gerbong KRL terkadang sudah tidak lagi diperhatikan terutama di jam-jam sibuk. Tak masalah sedikit berdesakan saat antre di stasiun asal tidak terlambat ke kantor.
"Ketakutan pasti ada sih sama Omicron ini tapi saya tetap naik, mba. Karena siapa yang mau ketinggalan kereta pagi? Biasanya kalau pagi ya memang penuh dan membuat sesak. Berdesakan di dalam gerbong tetapi menunduk dan tangan di dada. Kita sebagai penumpang KRL itu dipaksa untuk menerima semuanya, tidak ada opsi apapun," ujar Asyika, Rabu (2/3/2022).
Harapan para penumpang KRL Commuter Line saat ini adalah semoga pandemi Covid-19 segera berakhir serta aktivitas mereka yang menggunakan layanan transportasi publik menjadi lebih nyaman dan aman.
Komentar
Posting Komentar