Cafe Batavia, Nostalgia Sejarah Jakarta di Bangunan Kolonial Belanda
Bicara tentang Kota Tua Jakarta dapat dipastikan yang terbayang di benak kita saat ini adalah bangunan kota Museum Fatahillah. Namun, jika dilihat dari lokasinya terdapat salah satu cafe yang memang memiliki desain interior dan ruangan bernuansa klasik seperti bangunan kolonial belanda.
Jakarta adalah salah satu kota yang menakjubkan dengan berbagai destinasi wisata. Terutama bagi kamu yang ingin menambah wawasan tentang ilmu sejarah. Salah satu tempat yang didesain sedemikian rupa dengan bangunan kolonial Belanda adalah Cafe Batavia.
Cafe Batavia dibangun tahun 1805-1850 ini menjadi bangunan tertua kedua di kawasan taman Fatahillah. Selama beberapa tahun, bangunan ini pernah dipakai untuk hal-hal bersejarah yang dikenang sepanjang masa, seperti dijadikan sebagai rumah tinggal pejabat tinggi VOC, kantor administrasi VOC, dan kantor dagang E.DUNLOP & CO (perusahaan ekspor dan impor milik perusahaan Belanda) pada masa pemerintahan Belanda.
Selain untuk keperluan pemerintah, bangunan ini akhirnya mulai difokuskan pada bidang kuliner yaitu dipakai untuk cafe shop dan galeri seni yang bernama Cafe Betawi and The Paulo Gallery milik Mr. Paul Hasan yang berkewarganegaraan Perancis. Pada tahun 1992-1994, bangunan ini melakukan restorasi tanpa mengubah keaslian sejarahnya. Ciri khas yang unik dari interior Cafe Batavia yaitu terdapat ± 750 frame photo dan lukisan tua terpajang menghiasi dinding serta menambah keindahan bangunan ini sehingga menarik para turis asing untuk bersantap di cafe.
Sebagai cafe yang bernuansa klasik di Kota Jakarta, tentu ada banyak sekali daya tarik yang membuat pengunjungnya tidak pernah sepi. Bahkan, saat masa pandemi pun masih banyak pengunjung yang datang meski dengan protokol kesehatan yang ketat.
Vania Az-Zahra (20), salah satu pengunjung Cafe Batavia mengatakan bahwa daya tarik pertama yang membuat para wisatawan datang berkunjung adalah desain interiornya yang sangat unik dan klasik. Dengan memanfaatkan bangunan kuno yang memang dibangun oleh Belanda, maka ciri khas arsitektur Belanda sangat terasa saat kamu masuk ke dalam.
"Konsep cafe yang bernuansa kolonial sih yang membuat Cafe Batavia menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tempatnya juga sangat strategis dan dekat dengan beberapa tempat wisata," ujar Vania, Sabtu, (9/4/2022).
Tidak hanya interior khas Belandanya yang sangat menarik, desain ruangannya pun juga sangat klasik. Pasalnya, cafe dengan desain ruangan yang klasik namun cukup megah sangat jarang ditemukan saat ini.
Selain itu, Cafe Batavia sendiri juga menyajikan beragam menu makanan yang menggugah selera para wisatawan saat berkunjung ke sana. Tidak hanya makanan Indonesia saja, cafe tersebut juga menyajikan makanan Eropa dan Timur Tengah.
"Menu makanan yang cukup populer disana adalah menu Indonesia dan western. Menu Indonesia diantaranya yaitu sup buntut, nasi campur menir, dan rujak pengantin. Harganya pun relatif terjangkau dan berkualitas bintang 4," ujar Vania.
Fasilitas cafe yang disediakan juga sangat lengkap. Hal ini demi meningkatkan kepuasan pengunjung dan membuat mereka semakin lama berada di dalam cafe tersebut. Fasilitas umum yang disediakan, seperti kamar mandi, area parkir, musholla, dan lain-lain.
"Selain konsep bangunan dan tempat duduk yang bagus, toilet pun dibuat seunik mungkin untuk menggambarkan ciri khas dari bangunan tersebut. Pada malam hari pun kita bisa menyaksikan secara langsung live music jazz, basscanova, hingga blues dengan nuansa romantis yang cocok bagi kaum muda yang ingin menghabiskan waktunya bersama pasangan," ujar Vania



Komentar
Posting Komentar