Inilah Enam Warisan Budaya Tak Benda dari DKI Jakarta


Dok. designdrizzle.com

Kekayaan budaya Nusantara memang tak perlu diragukan lagi dan sudah seharusnya dilestarikan. Sebanyak enam karya budaya dari DKI Jakarta ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2021. Keenam karya budaya tersebut terdiri atas keterampilan dan kemahiran kerajinan tradisional, adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan, serta tradisi lisan dan ekspresi. 

Pada tahun 2021, Kemendikbudristek telah menetapkan sebanyak 289 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang dihimpun dari seluruh Indonesia. Hampir setiap provinsi memberikan WBTB.

WBTB Indonesia tahun 2021 tidak hanya datang dari daerah-daerah yang masih memiliki dinamika budaya tradisional yang kental, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Bali. Namun, berbagai daerah yang telah tumbuh menjadi wilayah urban pun turut memberikan warisan budayanya. Termasuk Ibu Kota Indonesia, yaitu DKI Jakarta dengan kekayaan budaya Betawi di dalamnya.

Jakarta sendiri memberikan sebanyak 6 WBTB ke dalam daftar yang disusun oleh Kemendikbudristek tahun 2021 lalu. Keenam item budaya tersebut adalah Gasing Betawi, Golok Betawi, Asinan Betawi, Sayur Godog Betawi, Khatam Quran, dan Silat Gerak Saka.

1. Gasing Betawi

Gasing merupakan salah satu permainan tradisional masyarakat Betawi. Namun, ada juga masyarakat yang menyebut permainan ini sebagai tangkalan. Gasing biasanya terbuat dari pohon kayu asam, kayu mahoni, kayu nangka, atau kayu waru.

Gasing dimainkan dengan cara melilitkan tali pada paku yang ada pada gasing kemudian dilemparkan ke arena dengan cara menarik tali. Seringkali permainan tradisional ini dimainkan oleh anak laki-laki, tetapi tidak larangan apabila anak perempuan juga memainkannya.

2. Golok Betawi

Sejak dulu, masyarakat Betawi memang sudah akrab dengan golok dalam kehidupan sehari-hari. Peranan golok dalam keseharian dibagi dalam dua kepentingan, yaitu golok kerja dan golok simpanan. Golok kerja biasanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan, seperti memotong, membelah, meruncingkan kayu, dan lainnya. Sedangkan, golok simpanan adalah golok yang hanya dipergunakan pada saat tertentu, seperti memotong (menyembelih) hewan.

3. Asinan Betawi

Asinan Betawi adalah salah satu kuliner yang sudah dikenal oleh banyak masyarakat. Kuliner ini berupa sayur mayur yang disiram dengan saus kacang dan kerupuk renyah. Kuliner khas Jakarta ini bisa dijadikan makanan ringan yang segar atau makanan berat yang mengenyangkan. Asinan Betawi terbuat dari kacang tanah, ebi, cabai merah, gula, garam, cuka, kol, tauge, sawi, bengkoang, mentimun, wortel, dan kerupuk mie.

4. Sayur Godog Betawi

Sayur Godog Betawi merupakan olahan buah pepaya muda khas Betawi. Sayur Godog Betawi biasanya disajikan pada saat hari raya dengan makanan lainnya, seperti ketupat.

Sayur Godog Betawi yang berbahan dasar petai, aneka sayuran, kentang, dan labu siam ini memiliki cita rasa yang gurih. Hal ini disebabkan karena berbagai macam bahan tersebut dicampur dengan olahan santan yang kental.

5. Khatam Al-Qur'an

Khatam Al-Quran merupakan tradisi yang umum dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Dalam budaya Betawi, tradisi ini juga terus dilestarikan. Khatam Al-Quran merupakan upacara khusus dalam rangka menyambut tamatnya seorang anak dalam proses mengaji.

6. Silat Gerak Saka

Pada awalnya ilmu silat ini berasal dari keluarga menak (raden atau bangsawan) Sunda Prabu Siliwangi, yaitu Raden Widarma. Kemudian, diturunkan kepada Raden H Muhammad Sjafe'i yang diketahui sebagai sosok awal pendiri Perguruan Pencak Silat Gerak Saka. Selain, Silat Beksi dan Silat Paseban, Silat Gerak Saka juga sudah berkembang menjadi salah satu aliran silat yang populer di masyarakat Betawi.

Komentar