Jelang Buka Puasa, Begini Antusias Warga Saat Serbu Takjil di Kawasan Radio Dalam
Dok. Pribadi
Kegiatan di bulan Ramadhan memang identik dengan beberapa kebiasaan yang unik. Salah satunya yaitu identik dengan berjualan aneka menu makanan untuk berbuka puasa. Namun, saat ini pedagang takjil dadakan banyak yang mengeluh bahwa bulan Ramadhan tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena adanya pandemi Covid-19.
Memasuki bulan Ramadhan, area di depan Apotek Raya, Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan dipadati warga yang berburu hidangan berbuka puasa. Setiap Ramadhan, area tersebut selalu dipenuhi pedagang yang menjajakan berbagai macam makanan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Lokasi tersebut mulai ramai sejak pukul 15.00 WIB. Banyak warga yang berkunjung menggunakan kendaraan atau berjalan kaki. Jalanan pun terkadang menjadi macet karena banyaknya kendaraan yang terparkir sembarangan.
Seorang pedagang takjil, Yanti (46) mengatakan bahwa para pembeli tahun ini masih terasa sepi dibandingkan sama seperti bulan puasa tahun kemarin. Ia pun berharap, kawasan ini bisa ramai kembali dikunjungi oleh warga sekitar yang mencari aneka makanan untuk berbuka puasa.
"Saya berharap sih semoga pembeli yang datang kembali ramai, karena kan tahun kemarin juga suasananya sepi akibat pandemi Covid-19," ujar Yanti, Sabtu (9/4/2022).
Selain menu kolak, pedagang di area tersebut juga menjual aneka macam gorengan, lontong, pecel sayur hingga makanan berat. Bahkan, ada juga pedagang lainnya yang berjualan minuman-minuman segar.
"Saya buka lapak di area ini sejak tahun 2002. Jadi, setiap memasuki bulan puasa saya memang berjualan di sini. Selain kolak, dagangan yang saya jual yaitu aneka macam gorengan, dadar gulung, lontong, serta bubur sumsum dan ketan hitam," ujar Yanti, Sabtu (9/4/2022).
Selama berjualan di Jalan Radio Dalam, ia mengaku bahwa dirinya dapat meraih keuntungan bersih dari dagangannya hingga mencapai Rp 300-500 ribu per hari.
"Kalau makanan yang saya jual ini tidak semuanya saya yang buat, tetapi ada beberapa tetangga yang menitipkan dagangannya ke saya. Lalu, keuntungannya alhamdulillah sih dalam seharinya bisa mencapai Rp 300- 500 ribuan," ujarnya.
Selain itu, Yanti juga mengaku bahwa terkadang ia mengalami kendala saat berjualan sebab pada siang hari kawasan Radio Dalam seringkali diguyur hujan deras.
"Ketika hujan, saya berangkat sore hari dan belakangan ini hujannya selalu sore. Jadi, kendala saat mau berjualan juga pembelinya sepi dan banyak yang malas untuk keluar rumah saat hujan. Kebanyakan dari mereka pesan lewat whatsapp jadi memang harus ada yang antar, soalnya ada beberapa pembeli yang enggak mau pesan lewat gojek karena jarang ada yang ambil," ujar Yanti, Sabtu (9/4/2022).


Komentar
Posting Komentar