Miris! 50 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta Pusat Rusak Akibat Pandemi Covid-19


Dok. kompas.com

Fasilitas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Pusat banyak yang mengalami kerusakan. Kondisi itu disebabkan oleh minimnya anggaran perawatan karena teralihkan dengan penanganan Covid-19. Kurang lebih sebanyak 50 RPTRA ditutup sejak pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 sehingga mengakibatkan RPTRA tersebut tidak terawat.

Sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Pusat mengalami kerusakan akibat tidak mendapatkan perawatan. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP), Bangun Manalu mengatakan bahwa saat ini sejumlah fasilitas yang tersedia di 50 RPTRA kondisinya sangat memprihatinkan. 

"Terdapat 50 RPTRA yang harus segera diberikan perawatan. Pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab RPTRA tidak terawat, karena anggaran perawatan dialihkan untuk penanganan Covid-19," ujar Bangun, Rabu (12/4/2022).


Dok. republika.co.id

Kemudian Ega, salah satu pengelola RPTRA menunjukkan beberapa kerusakan pada plafon bangunan. Terdapat bercak air berwarna coklat hingga hitam di beberapa titik plafon. Ega menduga bahwa air hujan tersebut adalah resapan dari rel layang kereta KAI yang menaungi lahan RPTRA.

Beberapa lapisan plafon juga terlihat bergelombang dan mengelupas. Bahkan, ada plafon yang berlubang sehingga rangka baja bisa terlihat dengan jelas. 

"Tahun lalu sempat dibetulkan pihak kelurahan. Tapi, nggak tau begini lagi semenjak musim hujan. Air hujan dari rel kereta meresap ke sini," ujar Ega, Jum'at (15/4/2002).


Dok. kompas.com

Selain pada bangunan, kerusakan juga terlihat pada fasilitas bermain anak-anak di sudut RPTRA. Kerusakan paling jelas terlihat pada mainan gelas putar yang miring karena sumbunya yang patah sehingga mainan itu pun tidak bisa ditumpangi oleh anak-anak.

Pasalnya, 50 RPTRA ini dikabarkan tutup sejak pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Dengan adanya penutupan ini, seluruh fasilitas bermain dan olahraga di RPTRA tidak dapat digunakan oleh masyarakat khususnya anak-anak. Tentu hal ini juga yang menyebabkan fasilitas di RPTRA tersebut menjadi rusak karena tidak mendapatkan perawatan.

"Seluruh fasilitas outdoor seperti lapangan olahraga, futsal, voli, bulu tangkis, dan basket. Kemudian fasilitas bermain anak-anak juga ditutup, seperti jungkat-jungkit, ayunan, perosotan dan masih banyak lagi," ujar Bangun.

Saat ini Bangun hanya bisa berharap kondisi RPTRA di Jakarta Pusat dapat kembali lagi seperti semula, karena mengingat bahwa penyebaran Virus Covid-19 di Jakarta kini sudah tak lagi tinggi. 

"Kalau anggaran perawatan ada di kelurahan, tapi tidak tahu apakah saat ini anggaran tersebut sudah masuk atau belum. Beberapa waktu lalu memang anggaran perawatan pernah di Sudin PPAPP, namun saat ini sudah dilimpahkan ke kelurahan langsung," ujar Bangun.

Komentar