Potret 3 Tempat Bersejarah, Benarkah Jadi Saksi Bisu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia?


Dok. brisik.id

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu diperingati dengan perayaan yang meriah. Berbagai perayaan digelar sebagai bentuk rasa syukur atas merdekanya bangsa Indonesia serta mengenang jasa para pahlawan. Dulu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dengan persiapan yang sangat cepat tanpa panitia resmi. Selain itu, beberapa tempat bersejarah di Jakarta juga menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Mengunjungi tempat bersejarah adalah salah satu cara untuk mengenang jasa para pahlawan. Mulai dari tempat yang mengisahkan perjuangan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, hingga tempat yang menjadi tapak tilas diplomatik para pendiri bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Selain mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan di tempat bersejarah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Salahudin Uno), mengatakan bahwa masyarakat Indonesia juga dapat berkontribusi sebagai pahlawan bagi kemerdekaan bangsa, khususnya saat pandemi Covid-19. Hal yang bisa kita lakukan yakni dengan tidak menyebarkan berita hoaks, misinformasi, maupun disinformasi tentang Covid-19.

1. Rumah Rengasdengklok


Dok. rapler

Djiaw Kie Siong, pejuang keturunan Tionghoa menjadi orang yang berjasa dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Djiaw membuka pintu rumahnya untuk persinggahan Soekarno dan Hatta yang diasingkan serta didesak oleh para pemuda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Rumah yang terletak di Kampung Bojong Tugu, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ini dulunya berada di pinggir Sungai Citarum. Kondisi Rumah Rengasdengklok hingga kini masih dipertahankan keasliannya.

Pada bangunan yang berwarna hijau tersebut terlihat berbagai gambar atau foto-foto tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok, seperti Soekarno, Moh. Hatta, Wikana, Chaerul Shaleh, dan Achmad Soebardjo.

Selain  terpajang foto- foto tokoh para pejuang bangsa Indonesia, di rumah tersebut juga masih tersimpan kursi, meja, bahkan ranjang tempat tidur yang pernah digunakan oleh Soekarno dan Hatta.

Tak jauh dari lokasi rumah rengasdengklok, kamu juga bisa menemukan destinasi tempat sejarah kemerdekaan Indonesia lainnya, yakni Monumen Kebulatan Tekad yang dahulu merupakan lokasi dari markas PETA (Pembela Tanah Air).

2. Museum Perumusan Naskah Proklamasi


Dok. encyclopedia.go.id

Jejak perjuangan kemerdekaan Indonesia juga dapat kamu lihat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Museum yang dulunya merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda ini masih berdiri kokoh di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah gedung yang dibangun untuk mengenang peristiwa proses perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Indonesia. Peninggalan di dalamnya seperti bercerita tentang bagaimana detik-detik penyusunan naskah proklamasi oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo.

Setiap sudut ruangan mempunyai nilai historikal yang sangat penting. Mulai dari ruang pertemuan ketiga tokoh tersebut dengan Maeda, merumuskan naskah proklamasi, diorama Sayuti Melik, dan Burhanuddin Mohammad Diah saat mengetik teks proklamasi hingga naskah proklamasi yang asli.

3. Tugu Proklamasi


Dok. agoda

Berada di dalam komplek Taman Proklamasi, Tugu Proklamasi tentu menjadi salah satu destinasi tempat sejarah kemerdekaan Indonesia yang paling ikonik dan wajib dikunjungi. Lokasi Tugu Proklamasi ini berada di DKI Jakarta tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur yang kini diberi nama Jalan Proklamasi. Tempat ini menjadi lokasi dibacakannya naskah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Selain Tugu Proklamasi, di komplek Taman Proklamasi tersebut juga terdapat monumen dua patung Soekarno dan Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Awalnya, tempat ini adalah rumah Soekarno, tetapi dihancurkan atas permintaannya pada 1960. Kemudian, pada 1 Januari 1961 Bung Karno melakukan pencangkulan pertama untuk pembangunan Tugu Petir yang kemudian disebut dengan Tugu Proklamasi.

Komentar