Giska Triwahyuni, Guru Inspiratif Sekaligus Berprestasi

Dok. Pribadi

Sempat dikabarkan vakum beberapa saat dari dunia mengajar, kini perempuan berjilbab ini beraksi kembali. Selain aktif menjadi mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas Islam Negeri, saat ini Yuni juga sedang berkutat dengan kesibukan barunya sebagai guru honorer dan guru les matematika.

Giska Triwahyuni merupakan salah satu guru Sekolah Dasar di SDN 1 Pondok Pucung, Kec. Pondok Aren, Tangerang Selatan. Segudang prestasi pun sudah ia raih, mulai dari guru berprestasi tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Berbalut busana bercorak batik, Yuni tampak lebih feminim. Perempuan yang lahir di Jakarta pada 27 Maret 2000 ini sudah berprofesi menjadi guru sejak tahun 2010. Ia adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Tak hanya itu, saat ini Yuni juga sedang menempuh pendidikan S1nya di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Matematika. 

Banyaknya pengalaman di bidang pendidikan membuat guru honorer ini layak dijadikan sebagai sosok inspiratif. Sosok yang penuh dedikasi dan semangat tinggi dalam pendidikan di Indonesia dengan cara yang ia senangi.

Meski jarak rumah dari tempatnya mengajar itu cukup jauh, Yuni selalu semangat untuk mengajar. Ia mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya begitu menyayangi murid-muridnya itu. Yuni tidak ingin menjadi guru pada umumnya yang hanya memberikan tugas, mengoreksi, kemudian menilai pekerjaan murid-muridnya. Namun, ia lebih memilih untuk menjadi guru yang senantiasa membimbing murid-muridnya sehingga mampu memahami setiap materi yang diberikan.

Menurut Yuni, salah satu hal yang paling ia rindukan saat libur mengajar yaitu melihat senyuman murid-muridnya. Setiap anak pasti memiliki ciri khas senyumannya masing-masing, Yuni merasa bahwa ketika sedang berinteraksi dengan murid-muridnya, ia merasa tenang dan bahagia.

Makna kemerdekaan bagi Yuni adalah saat rakyat Indonesia terbebas dari kewajiban bekerja tanpa menghasilkan apa-apa sehingga saat ini mereka bebas menggeluti bidang pekerjaan yang mereka sukai.

Indonesia memang dapat dikatakan sebagai negara yang merdeka. Namun, semua itu bisa dibenarkan apabila saat pemerintah mengadakan pertemuan rapat dalam rangka mengambil keputusan, mereka tetap memikirkan rakyatnya dan tidak bersikap egois.

Komentar