Wisata Menyenangkan, Mengenal Keanekaragaman Layang-Layang di Museum Layang-Layang Indonesia

Dok. sintiaastarina.com

Layang-layang memiliki karakteristik dan makna tersendiri sesuai dengan bentuknya. Perasaan juga dapat digambarkan dengan bermain layang-layang. Hampir semua orang mengenal dan memainkan layang-layang pada masa kecilnya. Namun, dibalik itu semua layang-layang  Indonesia menghadapi perubahan dan perkembangan dari zaman ke zaman. 

Layang-layang Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat permainan saja, tetapi dapat digunakan untuk mempelajari petir yang pernah dilakukan oleh Benjamin Franklin dan meningkatkan seni kreativitas.

Museum Layang-Layang Indonesia sangat tepat untuk dikunjungi apabila ingin mengenal lebih dekat mengenai sejarah ataupun keanakeragaman Layang-Layang Indonesia. Museum Layang-Layang Indonesia terletak di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Jika kamu ingin berkunjung kesana, kamu hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 15.000 untuk setiap pengunjungnya. Di museum ini kamu dapat membuat, melukis, dan menerbangkan layang-layang. 

Layang-layang dapat digambarkan sebagai ekspresi sebuah bangsa atau kelompok masyarakat tertentu, sehingga melalui layang-layang kita bisa mempelajari karakteristik sosial kultural sebuah suku atau budaya.

Saat ini museum layang-layang Indonesia telah memiliki koleksi sebanyak lebih dari 600 layang-layang dan koleksi itu masih bisa bertambah di setiap tahunnya sehingga membuat daya tarik pengunjung semakin tinggi.


Dok. len-diary.com

Pada umumnya para pengunjung yang datang ke sini, begitu membeli tiket akan langsung didampingi oleh guide yang akan memandu dengan mengikuti tahap demi tahap perjalanan layang-layang. Guide akan memberikan penjelasan tentang berbagai hal yang menjadi koleksi museum.

Perjalanan pertama akan membawa pengunjung ke ruang audio visual. Di ruangan yang berkapasitas 35 orang ini, kamu dapat menyaksikan sebuah video berdurasi sekiar 15 menit. Video tersebut menceritakan tentang sejarah layang-layang serta berbagai festival yang pernah digelar. Selesai menonton video, pemandu akan mengajak pengunjung melewati serambi untuk memasuki ruang utama.

Berbagai koleksi layang-layang Nusantara dapat kamu saksikan di museum ini, mulai dari layang-layang Lampung yang digunakan untuk memancing ikan layur, layang-layang Bali yang digunakan untuk ritual memanggil hujan, dan layang-layang Kalimantan Selatan yang diterbangkan saat upacara pernikahan dan lainnya. Selain itu, layangan yang paling menyita perhatian pengunjung yaitu layang-layang dari Kalimatan Selatan, karena layangan tersebut memiliki bentuk yang unik dan terdiri atas Dandang Laki dan Dandang Bini.

Saat sepasang layang-layang diterbangkan, pada bagian bahunya dipasang tabung bambu menyerupai kentongan yang akan mengeluarkan bunyi. Layang-layang ini konon terinspirasi dari bentuk burung Enggang yang dikeramatkan oleh Suku Dayak.

Komentar